Pendidikan dalam Keluarga

Pendidikan dalam Keluarga adalah tanggungjawab orang tua, dengan peran Ibu lebih banyak. Karena Ayah biasanya pergi bekerja dan kurang ada di rumah, maka hubungan Ibu dan anak lebih menonjol. Meskipun peran Ayah juga amat penting, terutama sebagai tauladan dan pemberi pedoman. Kalau anak sudah mendekat dewasa peran Ayah sebagai penasehat juga penting, karena dapat memberikan aspek berbeda dari yang diberikan Ibu. Oleh karena hubungan Ayah dan anak terbatas waktunya, terutama di hari kerja, maka Ayah harus mengusahakan agar pada hari libur memberikan waktu lebih banyak untuk bersama dengan anak.

Jika penghasilan keluarga tergantung pada penghasilan Ayah yang kurang memadai untuk kehidupan keluarga dapat menimbulkan persoalan pendidikan yang tidak sedikit. Ada pendapat berbeda tentang pendidikan dalam keluarga, yaitu tentang pemberian kebebasan kepada anak. Ada yang berpendapat bahwa sebaiknya sejak permulaan diberikan kebebasan maksimal kepada anak. Dalam hal ini faktor pendidikan kepada anak sudah berakhir sebelum anak itu dewasa. Dalam kenyataan terbukti bahwa keluarga yang menerapkan pendidikan keluarga dapat menghasilkan pribadi-pribadi anak yang menjadi baik. Pendidikan dalam Keluarga dapat memberikan pengaruh besar terhadap karakter anak. Sebab itu kunci utama untuk menjadikan pribadi anak menjadi baik yang terutama terletak dalam pendidikan dalam keluarga.

Dan karakter yang ditumbuhkan adalah faktor yang amat penting dalam kepribadian anak, karena banyak mempengaruhi prestasi dalam berbagai bidang. Ilmu pengetahuan dan kemampuan teknik adalah penting untuk pencapaian keberhasilan, tetapi tidak akan mampu mencapai hasil maksimal kalau tidak disertai karakter. Hal itu terutama karena pada waktu ini faktor karakter kurang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan pendidikan. Ini semua harus menjadi salah satu hasil penting usaha pendidikan, baik pendidikan dalam keluarga, pendidikan sekolah maupun pendidikan dalam masyarakat. Akan tetapi karena pendidikan pada anak paling dulu dilmulai dalam pendidikan dalam keluarga, maka pendidikan dalam keluarga yang seharusnya memberikan dasar yang kemudian diperkuat dan dilengkapi dalam pendidikan sekolah dan pendidikan dalam masyarakat.

Akhirnya memang tergantung pada para orang tua sendiri apakah pedoman itu dilaksanakan atau tidak. Akan tetapi karena secara alamiah orang tua ingin anaknya menjadi baik dan sukses, maka banyak kemungkinan orang tua akan berusaha menerapkan pedoman itu dalam hidup mereka.

14 Komentar

  1. harwiardiansyah said,

    Maret 31, 2010 at 4:56 pm

    makasih. sy dah pake artikelnya.

  2. vviiiittt said,

    April 15, 2010 at 9:17 pm

    saya kutip yaa !!
    untuk tugas bahasa indonesia ..

  3. triad s said,

    Desember 3, 2010 at 7:58 pm

    makasih artikelnya bagus

  4. de Tito said,

    November 27, 2011 at 9:46 am

    Makasih artikelnya bagus

  5. keyla said,

    Januari 18, 2012 at 5:06 pm

    makasihh bangedz iiah , like this lahh_
    :))

  6. Februari 10, 2012 at 1:40 pm

    like this…..

  7. wahyu setya said,

    April 1, 2012 at 6:36 am

    mkasieh artikelnya bgz

  8. Juli 20, 2012 at 1:35 pm

    makasih yaa, artikelnya saya kutip sedikit
    hehe :D

  9. dedi hermanto said,

    Oktober 22, 2012 at 5:03 pm

    Trimks’ sangat bermanfaat artikelnya

  10. Juni 13, 2013 at 6:17 pm

    artikelnya bagus… ,saya suka :D

  11. Juli 16, 2013 at 10:33 am

    […] sumber : http://no3vie.wordpress.com/pendidikan-dalam-keluarga/ […]

  12. Mashuri said,

    November 7, 2013 at 3:19 pm

    Iya kalo orang tua banyak ilmu dulu pernah sekolah paling minimal smp,maksimal sma sukur bs kuliah…ini mah orang tua nya yg ayah sd ngk tamat,ibu hanya sd aja.yah gimana mau pinter anak kalo urang tua nya aja bodoh..

  13. ukhti said,

    Juli 13, 2014 at 11:46 pm

    maaf sebelumnya, pak mashuri utk komentar nya sya komen ya.
    orang utk mnjadi pinter gk cuma lewat skolah, juga bisa dengan cara bnyak membaca buku.
    tho, nnti para penguasa peradaban baru skolahnya gk tinggi2 bgt, palingan SD, SMP.

    • moch subekhan said,

      September 18, 2014 at 9:53 pm

      betul sekali orang pintar itu tidak harus sekolah tinggi-tinggi yang penting mau belajar dan belajar trus, tapi perlu dipahami bahwa sekolah adalah salah satu cara atau media untuk menjadikan orang itu mau membaca mau belajar. buktinya memang orang sekolahlah yang banyak tahu, dan hanya sebagian kecil orang yang tidak sekolah tapi mau membaca


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: